Beberapa Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Beberapa Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Beberapa Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia – Tradisi atau  kebiasaan (diteruskan) adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu.

Jika kebiasaan sudah diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang, maka segala tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan akan dirasakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum.Tradisi yang lahir di Indonesia nyatanya tidak hanya berupa seni ataupun sebuah tata krama, tapi juga termasuk ke dalam hal yang sakral.

Hal sakral yang di maksud ialah tradisi unik pemakaman yang masih di pakai di beberapa daerah di Indonesia sekarang ini. Pada umumnya, pemakaman hanya dilakukan dengan dikubur saja. Tapi, tradisi unik ini akan membawakan kita kepada serangkaian situs idn poker online asia upacara adat kematian seseorang yang memiliki filosofinya sendiri.

1. Ngaben (Bali)
Ada Mumifikasi, Ini 5 Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Tradisi Ngaben nampaknya tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Tentu, tradisi pemakaman ini cukup terkenal karena pelaksanaannya yang sangat berbeda dari cara pemakaman seperti biasa.

Ngaben sendiri adalah sebuah upacara adat kematian yang di lakukan dengan cara pembakaran jenazah. Tradisi ini umumnya di lakukan oleh umat Hindu, yang percaya bahwa pembakaran jenazah ini dimaksudkan untuk menyucikan roh anggota keluarga yang sudah meninggal.

Selain pembakaran jenazah, ngaben juga di lakukan dengan serangkaian prosesi yang cukup memakan waktu yang lama. Prosesi ini di lakukan tanpa tanda tangis, semuanya bergembira dan mengarak dalam prosesi ngaben.

Sekarang, ngaben juga dapat dilakukan secara massal, lho. Hal ini di lakukan untuk mereka yang kurang mampu karena prosesi ngaben memang membutuhkan dana yang terbilang cukup besar.

2. Mumifikasi (Suku Asmat, Papua)
Ada Mumifikasi, Ini 5 Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Mumifikasi adalah proses pengawetan tubuh manusia dengan cara menghilangkan kelembapan dalam tubuh. Sebenarnya, mumifikasi ini sudah ada sejak zaman kuno. Tepatnya, di lakukan oleh orang-orang Mesir yang melakukannya pada jasad-jasad pada masa itu.

Namun, ternyata mumifikasi ini juga di lakukan oleh dari Suku Asmat, Papua, lho. Bahkan hingga saat ini, Suku Asmat masih mempertahankan budayanya itu.

Proses mumifikasi Suku Asmat hanya di lakukan pada jasad-jasad tertentu saja seperti kepala suku atau panglima perang. Caranya, jasad akan di olesi ramuan alami dan di taruh di atas perapian dengan tujuan agar terkena asap. Nah, asap inilah yang akan membantu proses mumifikasi terlaksana.

Uniknya, proses mumifikasi ini di lakukan dengan mendudukkan jasad. Kemudian, jasad yang berhasil di mumifikasi akan di simpan di dalam rumah dan di keluarkan sewaktu-waktu pada acara tertentu seperti ritual adat atau datangnya tamu. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mengenang mereka sebagai orang berpengaruh di dalam suku.

3. Passiliran (Toraja, Sulawesi Selatan)
Ada Mumifikasi, Ini 5 Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Toraja memiliki cara uniknya sendiri dalam menguburkan jenazah bayi. Tradisi ini di sebut passiliran, sebuah cara pemakaman bayi yang di kubur di pohon tarra. Sangat unik, bukan?

Tentunya hal ini tidak boleh di lakukan secara sembarangan. Bayi yang meninggal harus berusia kurang dari 6 bulan dan belum mempunyai gigi. Caranya juga cukup ekstrem, yakni bayi yang meninggal akan di taruh di lubang pohon tanpa pembungkus apa pun.

Pohon yang di pakai ialah pohon tarra, pohon yang memiliki banyak getah di batangnya. Cara peletakkannya juga berdasarkan sistem kasta yang ada di Toraja sendiri. Semakin tinggi kastanya, maka akan jenazah si bayi akan di letakkan di bagian atas pohon.

Tradisi ini juga memiliki filosofinya sendiri, lho. Pohon tarra yang memiliki banyak getah di artikan sebagai asi Ibu dan lubang pohon yang di buat sendiri di anggap rahim Ibu. Hal ini di lakukan dengan harapan si bayi akan terlahir kembali di rahim yang sama.

4. Mepasah (Desa Trunyan, Bali)
Ada Mumifikasi, Ini 5 Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Jika biasanya prosesi pemakaman di Bali di lakukan dengan prosesi ngaben. Maka jika kamu berkelana ke Desa Trunyan, bukan ngaben lagi yang di lakukan untuk pemakaman jenazah, melainkan tradisi mepasah.

Tradisi mepasah ini adalah tradisi pemakaman dengan cara membiarkan jasad di atas tanah tanpa di kubur ataupun di bakar. Tentunya, tradisi ini tidak boleh di lakukan secara sembarangan. Jenazah yang melalui proses mepasah ini hanya di peruntukkan bagi jenazah yang meninggal secara wajar saja.

Uniknya lagi, jenazah tersebut tidak mengeluarkan bau busuk seperti hal mayat lainnya. Hal ini di sebabkan peletakkan jenazah di letakkan di sekeliling pohon taru menyan. Konon, pohon taru menyan ini malah menebarkan wangi di sekelilingnya.

Untuk menghindari jenazah dari serangan binatang liar, jenazah tersebut akan di tutupi dengan ancan saji, sebuah ulatan bambu yang di buat memanjang dan di jadikan penghalang.

5. Brobosan (Jawa Timur)
Ada Mumifikasi, Ini 5 Tradisi Unik Pemakaman di Daerah Indonesia

Pemakaman unik yang lainnya adalah tradisi brobosan dari Jawa Timur. Tradisi brobosan ialah tradisi yang di lakukan dengan cara mondar-mandir sebanyak 3 kali di bawah peti mati jenazah.

Brobosan juga menjadi tradisi yang menyimbolkan penghormatan kepada jenazah yang sudah meninggal atas jasa-jasanya yang di kenang. Tradisi ini hanya di lakukan oleh keluarga saja, dengan tujuan mengambil tuah baik yang ada di jenazah.

Misalkan, jika semasa hidup si jenazah berilmu tinggi, di percaya tuah itu akan turun ke sanak keluarga. Jika yang meninggal adalah anak-anak, maka ritual ini tidak di lakukan.

Nah, itu dia lima cara pemakaman unik yang ada di Indonesia.