Istilah Unik Tipe Perempuan dalam Adat Minangkabau

Istilah Unik Tipe Perempuan dalam Adat Minangkabau

Istilah Unik Tipe Perempuan dalam Adat Minangkabau – Minangkabau atau disingkat Minang merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan identitas agama Islam.

Di daerah Minangkabau berlaku istilah-istilah berupa kiasan halus  yang bertujuan sebagai sarana menyampaikan sebuah maksud dan kebenaran atas tindakan tidak tepat yang dilakukan oleh individu/kelompok tanpa perlu mengatakan secara langsung dan membuatnya malu.

Dalam tulisan ini akan dibahas tentang lima sifat-sifat perempuan yang isinya berupa nasehat. pelajaran dan sindiran bagi perempuan minang khususnya generasi muda.Berikut uraian tentang Download APK Open Card sifat-sifat perempuan dalam pandangan adat Minangkabau.

1. Padusi Layang-layang
5 Istilah Unik Tipe Perempuan di Adat Minangkabau

Arti Padusi adalah sebutan untuk perempuan yang ada di Sumatera Barat. Istilah Padusi layang-layang adalah perempuan yang di ibaratkan dengan burung layang-layang. Istilah yang satu ini di ibaratkan dengan tipe padusi palala yang bermakna perempuan yang suka keluar rumah untuk tujuan yang tidak jelas. Jalan-jalan dan berkumpul dengan teman-teman hanya untuk bersenda gurau, membuang waktu percuma.

Pekerjaan rumah yang harusnya di kerjakan di biarkan begitu saja terbengkalai, misalkan membantu ibu mencuci pakaian, mencuci piring, menyapu rumah dan pekarangan, mengerjakan tugas dan lainnya. Perempuan di Minangkabau di tuntut harus serba bisa terutama dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena jika nanti setelah dewasa dan menikah dia menjadi terlatih dan tidak canggung. Maka dari itu, perempuan di minangkabau harus menjauhi diri dari tipe perempuan seperti burung layang-layang ini.

2.  Padusi Lawah-lawah
5 Istilah Unik Tipe Perempuan di Adat Minangkabau

Lawah-lawah dalam bahasa Indonesia artinya laba-laba. Lainnya halnya dengan padusi layang-layangpadusi lawah-lawah memiliki tipe sebaliknya namun berbahaya. Perempuan tipe ini sekilas terlihat pendiam, baik, dan suka diam di rumah namun sebetulnya  diamnya malah menghanyutkan. Sifat ini juga tak patut di tiru karena sesuai kiasannya yang menggambarkan bahwa perempuan ini adalah sosok perempuan yang gila harta atau matre.

3. Padusi Barau-barau
5 Istilah Unik Tipe Perempuan di Adat Minangkabau

Barau-barau dalam bahasa Indonesia adalah burung Cucak Rowo. Sesuai dengan kiasannya, padusi barau-barau adalah tipe perempuan yang yang tak patut di jadikan contoh di karenakan kebiasannya yang suka bergunjing ke sana kemari, tukang adu, tukang fitnah. Apabila tertawa terbahak-bahak tanpa melihat situasi dan kondisi, berbicara asal  bunyi tanpa memikirkan perasaan orang lain dan lebih banyak membicarakan hal yang tidak perlu. Sifat buruk ini perlu di jauhi.

4. Padusi Anai-anai
5 Istilah Unik Tipe Perempuan di Adat Minangkabau

Padusi anai-anai yang berarti perempuan yang di ibaratkan dengan seekor rayap. Perempuan ini tak mempunyai prinsip hidup. Suka mengikuti gaya orang lain tanpa memikirkan akibat baik dan buruknya. Perempuan seperti ini mudah termakan rayuan karena tak memiliki pendirian.

5. Padusi Ramo-ramo
5 Istilah Unik Tipe Perempuan di Adat Minangkabau

Dari kelima tipe perempuan minang, tipe padusi ramo-ramo. Atau perempuan kupu-kupu ini lah yang bisa di jadikan contoh teladan. Terutama bagi perempuan Minang. Padusi ramo-ramo menggambarkan sifat-sifat perempuan yang terpuji dan harus di tiru.

Keluar rumah apabila ada keperluan saja dan tak lupa meminta izin pada orang tua, memiliki sopan santun. Berbicara lemah lembut, supel baik terhadap teman sebaya. Orang yang lebih tua maupun yang lebih kecil.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang lima tipe perempuan menurut pandangan adat Minangkabau. Kiasan-kiasan tersebut bertujuan agar perempuan di Sumatera Barat bisa berpikir dan menjadikannya pelajaran sehingga bisa memilih dan memakai tipe kepribadian yang baik dan menjauhi sifat-sifat yang tidak baik, karena adat Minangkabau sangat menjunjung tinggi budi pekerti.