Ritual Kepala Sapi & Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru

 Ritual Kepala Sapi & Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru

Ritual Kepala Sapi & Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru – Ritual adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terutama untuk tujuan simbolis. Beberapa Ritual dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi dari suatu komunitas tertentu.

Kegiatan-kegiatan dalam ritual biasanya sudah diatur dan ditentukan, dan tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan. Grebeg Suro yang digelar rutin setiap tahun di Kabupaten Lumajang,

Jawa Timur, tetap berlangsung meski di tengah pandemik COVID-19 atau virus corona. Kali ini Grebeg Suro di gelar di objek wisata Hutan Bambu di Desa Sumbermujur.  Dengan menerapkan APK IDN Poker Android Terbaru protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah setempat.

1. Peserta dan pengunjung Grebeg Suro menerapkan protokol kesehatan
Ritual Kepala Sapi dan Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru

Kepala Desa Sumbermujur Syafi’i mengatakan acara Grebeg Suro tetap berlangsung meski di tengah pandemik, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Seluruh panitia, para penari, undangan dan pengunjung yang hadir di wajibkan mengenakan masker selama kegiatan Grebeg Suro berlangsung,” kata dia

2. Ritual kepala sapi hingga Tari Oling dan belut berukuran besar
Ritual Kepala Sapi dan Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru

Grebeg Suro yang di lakukan warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro merupakan kegiatan tahunan yang menjadi tradisi warga, sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat sekitar atas rezeki yang telah di berikan Tuhan Yang Maha Esa.

“Kegiatan tersebut merupakan kearifan lokal masyarakat yang tetap harus di jaga sebagai warisan budaya leluhur. Grebeg Suro di awali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, kepala sapi, ingkung, dan abu rampen yang di iringi oleh Tari Oling,” tutur Syafi’i.

Tari Oling merupakan tarian yang menggambarkan prosesi Grebeg Suro, di mana oling atau belut berukuran besar biasanya menampakkan diri di sumber mata air, ketika prosesi penanaman kepala sapi berlangsung.

“Tujuh gunungan hasil bumi pada Grebeg Suro tahun ini melambangkan Sapta Pesona Pariwisata yang berasal dari tujuh dusun di Desa Sumbermujur,” kata Syafi’i.

3. Grebeg Suro di harapkan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat lereng Gunung Semeru
Ritual Kepala Sapi dan Belut Besar di Balik Grebeg Suro Lereng Semeru

Syafi’i berharap seluruh rangkaian tradisi Grebeg Suro dapat mendatangkan keberkahan bagi masyarakat di lereng Gunung Semeru. Atau tepatnya di Desa Sumbermujur dan sekitarnya.

Ritual itu bertujuan untuk menjaga dan melancarkan debit sumber mata air yang ada di Desa Sumbermujur. Dan di harapkan menjadi desa gemah ripah loh jinawi. Yang artinya murah sandang pangan, murah air, murah sumber rezeki.

Sementara, Camat Candipuro Agni Asmara Megatrah mengatakan. Tema Grebeg Suro 2020 adalah Sumbermujur Gemah Ripah Loh Jinawi. Sehingga kegiatan rutin ini di harapkan dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Sumbermujur.

“Semoga dengan acara Grebeg Suro yang di gelar setiap tahun pada 1 Muharram, masyarakat di Desa Sumbermujur hidup makmur,” kata dia.