Vila Angker Tak Berpenghuni di Tanjung Benoa Bali yang Terkenal Angker

Vila Angker Tak Berpenghuni di Tanjung Benoa Bali yang Terkenal Angker

Vila Angker Tak Berpenghuni di Tanjung Benoa Bali yang Terkenal Angker – Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan surganya wahana air seperti banana boatscuba divingparasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya. Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.

Pulau Bali sering kali menjadi pilihan destinasi wisata untuk masyarakat Indonesia dan internasional. Banyak sekali tempat-tempat wisata yang menarik dan kaya akan sejarah IDN Poker APK Terbaru di dalamnya. Di sisi lain, Bali juga memiliki banyak tempat angker yang dihuni oleh makhluk gaib. Salah satunya sebuah villa terbengkalai di Tanjung Benoa, Bali. Dahulu kala, vila ini dihuni oleh keluarga Jepang yang memiliki anak. Sayangnya, anak laki-laki tersebut meninggal karena tenggelam di kolam renang vila ini.

Pada saat anak laki-laki tersebut tenggelam, anjing peliharaan keluarga ini sudah menggonggong untuk memberi tahu orang tuanya. Namun, kedua orang tua anak ini tak kunjung sadar hingga anak tersebut tewas tenggelam. Kedua orang tua tersebut pun merasa sedih dan kecewa karena telah gagal menjaga anaknya. Hingga akhirnya, keluarga Jepang ini meninggalkan vila besar tersebut dan kembali ke Jepang. Sejak itu, vila di Tanjung Benoa ini menjadi terbengkalai dan dihuni oleh makhluk gaib.

1. Sosok “Mama” penjaga anak-anak jin di vila angker Tanjung Benoa

Ketika masuk ke dalam salah satu bangunan rumah di vila ini, Gus Robin melihat sosok makhluk gaib seperti kuntilanak yang berjiwa keibuan. Gus Robin menjelaskan, sosok perempuan tersebut bukan bagian dari kuntilanak, melainkan ia di kenal oleh masyarakat Bali sebagai sosok wong samar alias jin.

Sosok jin perempuan yang berjiwa keibuan tersebut biasa di panggil Mama. Gus Robin pun memutuskan untuk melakukan mediumisasi guna dapat berkomunikasi dengan sosok Mama. Saat sosok Mama sudah merasuki tubuh Gus Robin, ia langsung mengeluarkan suara seperti tertawa.

Mama menceritakan, dahulu penghuni tempat ini sakit hati karena tidak bisa menjaga anaknya sendiri hingga mati. Anak tersebut meninggal pada usia masih bayi dan kini arwahnya yang sudah berumur sekitar 9 tahun telah di jaga oleh sosok Mama.

“Sekarang saya menjaganya, kadang dia sama Mama. Makanya saya dipanggil Mama. Saya dianggap orang tuanya,” ujar Mama.

Mama juga mengatakan, ia saat ini tengah mengurus lima anak gaib, empat di antaranya adalah anak wong samar dan hanya satu yang merupakan anak manusia. Mama juga mengaku ia suka menunjukkan diri kepada manusia yang suka mengganggu.

“Saya tidak suka dengan orang-orang yang sok. Buat keributan, bawa sepeda, itu ada yang lewat dari bangsa kami lewat. Jangan ngebut, banyak anak-anak yang lewat, saya menjaga anak-anak,” ujar Mama.

2. Bekas kolam vila di jadikan tempat tinggal oleh siluman

Di ketahui, vila terbengkalai di Tanjung Benoa sudah terbengkalai sekitar 10 tahun lamanya. Vila besar ini memiliki beberapa bangunan dan satu buah kolam besar yang dulunya di gunakan untuk renang oleh keluarga Jepang tersebut.

Kolam besar ini juga merupakan tempat kejadian tenggelamnya anak kecil dari keluarga Jepang. Sebab itu, banyak anak-anak wong samar dan arwah anak kecil yang meninggal tersebut yang sedang bermain di sekitar kolam.

Bila di lihat dengan mata batin, kolam besar ini menjadi salah satu tempat yang di senangi oleh para siluman wong samar. Gus Robin menjelaskan, ada siluman monyet, ular, kambing, dan siluman lainnya yang senang berada di kolam.

“Di sini memang kalau orang bisa lihat ini banyak silumannya ini di sini. Ya mainan dia sama anak kecil di sini,” ujar Gus Robin.

Siluman monyet yang menempati kolam besar ini memiliki rupa wajah dan kepala seperti monyet. Namun, badannya merupakan percampuran antara manusia dan monyet. Ia memiliki banyak bulu, ekor monyet, hingga telapak tangan dan kakinya juga menyerupai monyet.

Selain itu, siluman kambing di tempat ini memiliki rupa wajah dan kepala seperti kambing. Sedangkan bagian badannya ialah hasil percampuran antara manusia dan kambing. Siluman kambing ini selalu membawa tombak ke mana pun ia pergi.

3. Makhluk gaib leak yang menghuni seluruh tempat di vila

Saat penelusuran, tim PM:AM dan Ekspedisi Alam lain memasuki bangunan utama dari vila terbengkalai ini. Ketika memasuki bangunan utama vila ini, tim penelusuran langsung merasakan energi negatif di bandingkan tempat lainnya.

Tim penelusuran pun memutuskan untuk menelusuri lantai dua bangunan utama. Selama penelusuran, Gus Robin sering melihat sosok makhluk gaib kuyang, biasa di kenal sebagai leak oleh masyarakat Bali.

Sosok leak ini sering terwujud dalam bentuk kepala yang terpisah dan lidah yang menjulur panjang keluar. Gus Robin menjelaskan, sosok leak sebenarnya memiliki tubuh, hanya saja tubuh dan kepalanya dapat di pisah menjadi dua.

Selama penelusuran, sosok terkuat di vila terbengkalai ini ialah sosok Banaspati Raja dan Leak tersebut. Akhirnya, Gus Robin mencoba untuk mediumisasi dengan salah satu sosok leak di tempat ini.

Leak yang merasuki Gus Robin mengatakan, sosok terkuat di tempat ini ialah Banaspati. Sehingga semua makhluk harus meminta izin padanya bila ingin menetap. Selain itu, sosok Leak juga memberi pesan supaya manusia harus ‘mencaru’, membersihkan, dan memberi penjaga di tempat ini.

“Tempat ini harus di caru (diupacarakan sesuai Agama Hindu). Sama penunggu. Harus di bersihkan juga,” ujar sosok leak yang merasuki Gus Robin.