355 Orang Positif Corona di DKI Jakarta, 29 Meninggal

355 Orang Positif Corona di DKI Jakarta, 29 Meninggal

355 Orang Positif Corona di DKI Jakarta, 29 Meninggal

355 Orang Positif Corona di DKI Jakarta, 29 Meninggal,- Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta hingga Senin (23/3) bertambah menjadi 355 orang.

“Total pasien positif pada hari ini adalah 355. Jadi kalau kita bandingkan dengan kemarin yang 303, maka terjadi kenaikan sejumlah 52 orang,” kata Catur di Jakarta.

Dia menyebutkan jumlah pasien yang sembuh saat ini sebanyak 22 orang. Sementara pasien meninggal 29 orang. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yaitu 25 orang Taruhan Bola Online.

“Tenaga kesehatan yang terinfeksi mencapai 42 orang,” kata Catur.

Pihaknya mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga hari ini mencapai 1.465 orang. Rinciannya, jumlah orang yang telah selesai dipantau sebanyak 1.064 dan yang masih dalam pemantauan 401 orang.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kini ada 691 orang. Dia menyebutkan pasien yang masih dirawat sampai hari ini berjumlah 430 orang, sebanyak 261 orang lainnya telah pulang karena sudah sehat.

Sementara itu, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona secara nasional sampai saat ini mencapai 579 orang per Senin (23/3). Korban meninggal pun meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.

Lihat juga: Jubir: Konsultasikan Corona ke Dokter, Jangan Asal Minum Obat

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan jumlah pasien Covid-19 pada Minggu (22/3), yang mencapai 514 orang, 48 Meninggal, dan 29 Sembuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memerintahkan aparatur untuk menegur dan menindak masyarakat yang masih nekat berada di keramaian atau berkumpul di jalan. Ia mengatakan segala bentuk keramaian harus dihentikan di wilayah ibu kota RI itu demi mencegah risiko penularan corona.

“Jadi akan dibubarkan dan mereka yang memaksa nanti dimintai keterangan dan akan ada potensi sanksi karena ini risikonya terlalu besar jadi semua kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa harus dihentikan,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *