Agama Tertua Agama Zoroastrianisme

Agama Tertua Agama Zoroastrianisme

Agama Tertua Agama Zoroastrianisme

Agama Tertua Agama Zoroastrianisme – Zoroastrianisme atau Majusi adalah sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran Zarathustra yang dalam bahasa Yunani disebut Zoroaster. Zoroastrianisme dahulu kala adalah sebuah agama yang berasal dari daerah Persia Kuno atau kini dikenal dengan Iran.

Di Iran, Zoroastrianisme dikenal dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan yang menyembah kepada Ahura Mazda atau “Tuhan yang bijaksana”.

Tersebut seorang imam di negeri Persia bernama Zarathustra, yang juga dikenal dengan nama lain, Zoaster. Konon ia adalah manusia pertama yang pernah mengaku bertemu zat yang lebih besar dari pada manusia dan jagat raya ini, sesuatu yang generasi kini sebut Tuhan.

Umur Zarathustra tiga puluh tahun, ketika ia pertama kali menerima sebuah wahyu. Ia melihat cahaya besar yang kemudian membawanya masuk ke dalam hadirat Ahura Mazda atau “Tuhan yang Bijaksana”.

Dalam pertemuan itu, Zarathustra dipampangkan kebenaran spiritual yang berbeda dari apa yang pernah dilihatnya. Kala itu, abad keenam sebelum masehi, kebanyakan orang masih menyembah berhala dan yakin kalau dewa-dewi itu tak hanya satu. Sbobet88 Casino

Mereka percaya kalau setiap benda di Bumi memiliki roh sendiri. Melalui wahyu dari Ahura Mazda, Zarathustra akhirnya meyakini bahwa Tuhan itu cuma satu dan ajarannya adalah kebenaran yang mutlak.

Ia meyakini bahwa segala kebaikan berasal dari Ahura Mazda. Ajaran itu kelak dikenal dengan nama Zoroastrianisme, para pengikutnya dikenal sebagai Zoroastrianian.

Sementara dalam konsep penciptaan dunia, Zoroastrinian meyakini bahwa dunia ciptaan Ahura Mazda hanya terdiri dari 12 ribu tahun. Periode 3 ribu tahun pertama adalah masa Ahura Mazda menciptakan alam semesta.

Di masa ini, Ahriman muncul untuk menghancurkan ciptaan Ahura Mazd. Di periode 3 ribu tahun berikutnya, Ahura Mazda dan Ahriman adu kekuatan. Ini adalah masa ketika siang dan malam tercipta.

Pada 3 ribu tahun ketiga, adalah masa ketika Zarathustra lahir dan mendapat wahyu. Di periode 3 ribu tahun terakhir, akan muncul satu orang Saoshayant dalam tiap seribu tahun sebagai penyelamat manusia. Mereka adalah keturunan Zarathustra yang akan menghancurkan Ahriman. Setelah itu, perdamaian baru terwujud.

Meski sudah beurumur lebih dari 3 ribu tahun, Zoroastrianisme masih eksis hingga hari ini. Mayoritasnya masih menetap di Iran. Arifin juga menceritakan bahwa sejumlah Zoroastrinian juga bermigrasi ke India, dan dikenal sebagai orang-orang Parsi di sana.

Di sejumlah daerah Asia Tengah dan Indonesia ia juga dikenal dengan nama agama Majusi. Namun, para Zoroastrinian juga sudah menetap di kota-kota besar dunia, seperti London, New York, dan lainnya.

Salah satu pengikutnya yang terkenal adalah Parisa Khosravi, salah satu petinggi CNN. Dilansir dari salah satu jaringan berita terbesar di dunia itu, pengikut Zoroastrianisme yang eksis hingga kini sejumlah 2,6 juta orang.