Dukung Keputusan Arab Saudi

Dukung Keputusan Arab Saudi

Dukung Keputusan Arab Saudi

Dukung Keputusan Arab Saudi, – World Health Organization (WHO) mendukung keputusan Pemerintah Arab Saudi yang mengizinkan pelaksanaan ibadah haji 2020 terbatas tahun ini. Jumlah jamaah haji 2020 dibatasi hanya 1.000 untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengakui, keputusan membatasi jumlah jamaah haji 2020 hanya 1.000. Itu pilihan berat bagi umat Islam dan pemerintah Arab Saudi. Sebab biasanya setiap tahun tak kurang dari 2,5 juta umat Islam melaksanakan ibadah haji ke Makkah dan Madinah.

Tedros Adhanom mengaku mulai khawatir ketika negara-negara lain mulai mengizinkan lagi pertemuan masyarakat dan ekonomi di tengah pandemi virus corona. Terutama, pertemuan besar, seperti ibadah Haji.

Adhanom berharap keputusan Arab Saudi membatasi jamaah haji 2020 bisa dicontoh negara lain, bahwa mengutamakan kesehatan masyarakatnya saat pandemi COVID-19 ini sangat penting.

“Kami memahami bahwa itu bukan keputusan yang mudah untuk dibuat dan kami juga memahami itu adalah kekecewaan besar bagi banyak Muslim yang berharap melaksanakan ibadah tahun ini. Ini menjadi contoh lain pilihan yang sulit di mana semua negara harus mengutamakan kesehatan,” kata dia.

“Ketika beberapa negara mulai membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka, pertanyaan bagaimana mengadakan pertemuan sejumlah besar orang dengan aman telah menjadi semakin penting. Ini terutama berlaku untuk salah satu pertemuan massa terbesar di dunia, ibadah tahunan haji,” kata Adhanom.

Namun, menurut Adhanom setiap keputusan yang diambil, pasti diambil berdasarkan risiko dan analisis, guna melindungi keselamatan para jemaah.

Sebagai informasi, pengumuman ibadah haji 2020 terbatas ini dilakukan pada Senin waktu setempat oleh Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi. Pelaksanaannya pun dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19.

Tak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga membuat protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah haji. Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran virus Corona saat menunaikan ibadah tersebut.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi seperti cek suhu tubuh, wajib memakai masker, meyediakan hand sanitizer.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mengembangkan protokol kesehatan. Protokol ini dibuat untuk memastikan musim haji aman,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Saleh Benten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *