Hoaks Bikin Masyarakat Indonesia Geger

Hoaks Bikin Masyarakat Indonesia Geger

Hoaks Bikin Masyarakat Indonesia Geger

Hoaks Bikin Masyarakat Indonesia Geger. Kabar bohong atau biasa kita sebut Hoax memang semakin banyak mencuat di publik. Selain merugikan sejumlah pihak, hoax juga dianggap dapat memecah publik dan menyebabkan pertikaian.

Meski demikian, hoax kerap kali selalu termakan mentah-mentah oleh masyarakat karena mengundang rasa penasaran. Pernah ada hoax yang sempat bikin geger publik Indonesia dan sempat tersebar ke banyak jejaring sosial.

Kabar pesawat Citilink hilang kontak

Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, menceritakan kronologi kasus pesawat Citilink ini. Pada pukul 11.13 WIB AirNav Indonesia Semarang menerima laporan dari CTV801 rute SRG-SUB airborne dan telah melaporkan menangkap sinyal emergency di frequensi 121.5Mhz hingga melewati ketinggian 8000 ft.

Pesawat Citilink sempat dikabarkan hilang kontak. Pesawat QG 801 rute Semarang – Surabaya ini dikabarkan mengalami emergency selama penerbangan di ketinggian 10.000 ft. Kabar tersebut kemudian diklarifikasi oleh pihak maskapai Citilink.

VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman, mengatakan pihaknya menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Pada pukul 11.18 WIB, lanjutnya, Laporan Pilot Citilink 801 setelah passing 10.000 ft sudah tidak mendeteksi signal tersebut.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa pesawat Citilink tidak mengalami kondisi¬†emergency, namun pesawat menangkap sinyal¬†emergency. Sesuai prosedur, hal ini harus dilaporkan, dan kami kemudian meneruskan ke SAR,” pungkas Yohanes.

Kabar gempa Lombok lebih kuat juga hoaks

Wilayah Lombok dan sekitarnya dilanda gempa berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli 2018. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB hingga Selasa (31/7) mencatat sebanyak 17 orang meninggal dunia dan 401 korban luka-luka. Belum lagi gempa susulan mencapai ratusan kali membuat warga makin resah.

Dwikorita menerangkan, aktivitas gempa Lombok berbeda dengan gempa megathrust. Gempa Lombok dibangkitkan oleh patahan aktif, sedangkan gempa megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi. Hingga saat ini, katanya, belum ada cara untuk memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa kekuatan yang akan terjadi.

Menanggapi isu tersebut, akun Twitter Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mengeluarkan pengumuman dari BMKG yang mengklarifikasi bahwa video yang viral tersebut adalah video mengenai gempa Jakarta 8,7 SR yang sudah lama diberitakan, yakni pada Januari 2018, dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok akhir Juli lalu.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pun angkat bicara. Dwikorita menegaskan bahwa isu gempa Lombok yang akan memicu aktifnya gempa megathrust Selatan Jawa – Selat Sunda adalah hoaks. “Itu hoaks, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok,” ungkap Dwikorita di Jakarta.

“Potensi gempa kuat di zona megathrust selatan Jawa Barat – Selat Sunda seperti halnya zona Megathust Mentawai adalah hasil kajian yang siapapun tidak tau kapan terjadinya,” tuturnya.

Di tengah keresahan warga, isu gempa Lombok yang memicu aktifnya megathrust di Selatan Jawa dan Selat Sunda tersebar di media sosial. Isu ini beredar setelah video wawancara dengan Kabag Humas BMKG mengenai potensi terjadinya gempa Jakarta 8,7 SR yang kembali ramai pasca terjadinya gempa di Lombok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *