Kesal dengan Twitter, Trump Terbitkan Perintah Targetkan Perusahaan Medsos

Kesal dengan Twitter, Trump Terbitkan Perintah Targetkan Perusahaan Medsos

Trump Terbitkan Perintah Targetkan Perusahaan Medsos

Trump Terbitkan Perintah Targetkan Perusahaan Medsos – Pada Kamis (28/5), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akhirnya mengeluarkan perintah eksekutif menargetkan perusahaan media sosial, setelah sebelumnya kesal pada Twitter karena dua kicauannya dilabeli ‘cek fakta’.

Baca juga : Mengenal Zodiak Gemini dan Sifatnya yang Cerdas

Berbicara dari Kantor Oval setelah menandatangani perintah eksekutif tersebut, Trump berdalih kebijakannya untuk “membela kebebasan berbicara dari salah satu bahaya paling mematikan yang pernah dihadapi dalam sejarah Amerika.”

“Sejumlah kecil monopoli media sosial mengendalikan sebagian besar dari semua komunikasi publik dan pribadi di Amerika Serikat,” ujarnya, dikutip dari CNN, Jumat (29/5).

Kekuasaan Media Sosial

“Mereka memiliki kekuatan tak terkendali untuk menyensor, membatasi, mengedit, membentuk, menyembunyikan, mengubah, hampir semua bentuk komunikasi antara warga negara dan audiensi publik yang besar,” lanjutnya.

Perintah eksekutif menguji batas-batas otoritas Gedung Putih. Dalam upaya hukum jangka panjang, perintah eksekutif ini berupaya membatasi kekuatan platform media sosial besar dengan menafsirkan kembali UU tahun 1996 yang melindungi situs web dan perusahaan teknologi dari tuntutan hukum.

Perintah itu menandai eskalasi dramatis perang antara Trump dengan perusahaan teknologi. Semua perusahaan media sosial tengah berjuang dengan masalah misinformasi yang berkembang di platformnya. Trump kerap menuduh perusahaan media sosial menyensor pidato para konservatif.

“Di negara yang telah lama menghargai kebebasan berekspresi. Kami tidak dapat mengizinkan sejumlah platform online untuk memilih secara langsung pidato yang dapat diakses. Disampaikan oleh orang Amerika di internet,” kata salah satu perintah itu.

“Praktik ini pada dasarnya tidak-Amerika dan anti-demokrasi. Ketika perusahaan media sosial yang besar dan kuat menyensor opini yang mereka tidak setuju, mereka menggunakan kekuatan yang berbahaya.”

Perusahaan teknologi menentang perintah eksekutif tersebut. Facebook dan Google mengatakan kebijakan Trump berisiko merusak internet dan ekonomi digital.

Pada Kamis malam, Twitter mengatakan perintah eksekutif Trump merupakan pendekatan yang reaksioner dan politisasi hukum.

“#Pasal230 melindungi inovasi dan kebebasan berekspresi warga Amerika, dan itu ditopang oleh nilai-nilai demokrasi,” kicau perusahaan ini.

“Upaya untuk mengikis secara sepihak itu mengancam masa depan kebebasan berbicara dan internet secara online.”

Sumber : merdeka.com