KPK Jebloskan Nurhadi Rumah Tahanan

KPK Jebloskan Nurhadi Rumah Tahanan

KPK Jebloskan Nurhadi ke Rumah Tahanan

KPK Jebloskan Nurhadi ke Rumah Tahanan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan penahanan terhadap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dan menantunya, Rezky Herbiyono.

“Penahanan rutan dilakukan terhadap dua orang tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak hari ini 2 Juni 2020 sampai 21 Juni 2020 masing-masing pada Daftar Live Casino Joker123 Rutan KPK Kavling C1,” kata Ghufron.

KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi atas tiga perkara di pengadilan. Ia disebut menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Atas ulahnya itu, Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurrachman, akhirnya ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam. Tiga bulan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), pelariannya berakhir di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan.

Ia ditangkap kurang lebih 180 hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi atas tiga perkara di pengadilan. Pada kasus itu, ia disebut menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara OTT dalam kasus pengaturan perkara di Mahkamah Agung pada 2016 yang juga menjerat bekas Bos Lippo Group Eddy Sindoro. Dalam penyidikan berjalan, KPK sudah melakukan penjadwalan ataupun pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Dengan status yang tersemat sebagai tersangka KPK, Nurhadi tidak tinggal diam. Menggandeng pengacara Maqdir Ismail, ia mengajukan gugatan Praperadilan sebanyak dua kali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, ia kalah.

Saksi-saksi itu di antaranya adalah istri Nurhadi, Tin Zuraida; putri Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi; empat polisi yang merupakan ajudan pribadi Nurhadi; pengacara Nurhadi, Hartanto; dan seorang jaksa bernama Sri Astuti. Namun, pemanggilan terhadap saksi acap kali berujung nihil informasi lantaran para saksi mangkir dari panggilan.

Ghufron mengatakan kedua tersangka tak kooperatif karena tidak membuka pintu rumah. Atas dasar itu, ia menuturkan pihaknya berkoordinasi dengan Ketua RW dan RT setempat untuk membuka paksa. Nurhadi dan Rezky ditangkap di sebuah rumah di daerah Simprug, Jakarta Selatan, Senin malam.

Kini akhir pelarian Nurhadi berakhir setelah tim Satgas KPK menciduknya di sebuah rumah di daerah Simprug, Jakarta Selatan, Senin malam. Ia ditangkap bersama menantunya, Rezky. Tak cuma kedua orang itu, tim KPK juga turut mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida, dan menggelandang mereka ke markas lembaga antirasuah.

Saat ini, ketiganya tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung Dwiwarna KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan ditangkapnya Nurhadi, wacana untuk mengadili Nurhadi secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) yang sempat dilontarkan KPK maka secara otomatis telah gugur.

“Awalnya tim penyidik KPK bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah namun tidak dihiraukan. Kemudian Penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut,” ungkapnya.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa. Dalam pengumuman tersebut KPK turut memamerkan Nurhadi dan Rezky dengan rompi oranye tahanan dan borgol di lengan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *