Pemimpin Gereja Gemar Fashion Mewah

Pemimpin Gereja Gemar Fashion Mewah

Pemimpin Gereja Gemar Fashion Mewah

Pemimpin Gereja Gemar Fashion MewahPada akhir 2019, kisah-kisah paling viral di beberapa Negara akan berpusat di sekitar protes dari pendeta gereja Ortodoks sebagai protes, hingga demonstrasi warga. Semua bermula karena dia gemar memposting barang-barang mewah ke media sosial pribadinya. Pendeta Vyacheslav Baskakov asal Kota Tver tersebut sempat mengunggah foto berupa sepatu, tas, koper barang-barang bermerek macam Gucci dan Louis Vuitton. Pendeta yang kemudian dijuluki “the Gucci Priest” ini lantas langsung menghapus akun instagramnya, serta mempublikasikan surat terbuka sebagai wujud permintaan maaf pada jemaat semuanya. Ia mengklaim barang-barang mewah itu bukan sepenuhnya miliknya, bahkan sebagian cuma barang imitasi.

Pemuka agama masa kini yang tengah sukses, dari agama apapun, punya status tidak jauh beda dari selebriti International. Karenanya, di berbagai negara, topik gaya hidup mewah dan kekayaan para pemuka agama yang terlihat sangat Glamour menjadi debat yang tidak berkesudahan.

Makanya debat serupa terjadi di negara Uganda. Kehidupan beberapa pemuka agama yang terlihat sangat gemar foya-foya sering menjadi bahan kritikan umat. Sebab banyak sekali pendeta mencukupi kebutuhan keluarga maupun pribadinya dari perpuluhan dana yang disetor jemaat. Sementara itu, di negara tetangga Filipina, yang mayoritas Katolik, kehidupan mewah sebagian pemuka agama juga turut ikut serta mengundang kritik—soalnya banyak warga Filipina yang taat menyumbang untuk gereja tapi masih bisa hidup di bawah garis kemiskinan.

Kemunculan akun ini segera bikin geger umat Kristen di Indonesia. Pro-kontra menyeruak. Sebagian jemaat mengkritik para pendeta yang bermewah-mewahan. Debat makin sensitif, lantaran sebagian pemuka agama Kristen disorot oleh Pastorinstyle mengusung teologi kemakmuran, jenis teologi yang membuka peluang bagi seorang pendeta sekaligus menjalankan peran langsung sebagai pengusaha.

Sadar akan aktivitas mereka rentan dikaitkan sebagai serangan politis terhadap teologi tertentu yang berkembang di gereja-gereja Tanah Air, admin buru-buru menutup spekulasi. Mereka menegaskan niatan awal bikin akun ini sekadar membahas gaya berbusana para pendeta dan pastor ternama di Indonesia. Bagaimanapun juga, pengaruh akun dengan 38 ribu followers ini terus meluas bagi umat Kristen di negara ini. Tak hanya menyasar kepada kaum pecinta fashion.

Di Amerika Serikat, Pernah membahas secara kritis rumah-rumah pastor ataupun pendeta yang luar biasa mewah. Topik tersebut amat sensitif bagi banyak warga AS, karena pemuka agama serta kegiatan gereja dibebaskan dari aturan membayar pajak.

Sorotan terhadap gaya hidup glamor pemimpin gereja ternyata muncul jugadi Indonesia. Obrolannya bukan lagi sekadar kasak-kusuk. Produk fashion mewah serta bermerek yang dikenakan para gembala umat di Tanah Air didokumentasikan khusus sebuah akun instagram pastorinstyle. Ini akun anonim di instagram yang mengklaim diri sekadar pecinta fashion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *