Selain Corona, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada DBD

Selain Corona, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada DBD

Selain Corona, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada DBD

Selain Corona, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada DBD – Kasus positif Covid-19 di Tanah Air melonjak tajam. Merujuk pada data hari Kamis (9/4/2020) ini, ditemukan 337 kasus baru.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah keseluruhan pasien yang positif Covid-19 berjumlah 3.293 pasien. Jumlah tersebut berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Dilansir dari http://codecha.org dengan temuan itu masyarakat diminta untuk tetap waspada. Dia juga meminta agar masyarakat menerapkan gerakan berantas sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD) pada saat musim pancaroba di Indonesia.

“Gunakan waktu Work From Home (WFH) dengan hal-hal produktif, seperti membersihkan rumah untuk mencegah adanya jentik nyamuk DBD. Disamping itu, tetap melakukan antisipasi terhadap penyakit Covid-19,” kata Yurianto dalam keterangannya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis sore.

“Ini pancaroba waspadai DBD. Hal ini diwaspadai disamping penyebaran covid, maka harus sama-sama laksanakan gerakan berantas sarang nyamuk, mari terapkan drumah masing-masing,” sambungnya.

Selain itu, Yurianto juga meminta agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dari segala macam penyakit. Dia juga mengingatkan bahwa imunitas dan stamina harus tetap terjaga.

“Berikutnya, harus waspadai betul yang sehat harus tetap sehat, yang sakit dirawat sampai sembuh. Kita jaga stamina kita dengan asupan gizi dipenuhi,” Pungkas Yurianto.

254 Meninggal Karena DBD

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Nadia Siti Tarmidzi mengatakan Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki kasus DBD tertinggi dan masuk zona merah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 4 April 2020, kasus DBD di Jawa Barat mencapai 5.894 kasus, diikuti NTT sebanyak 4.493 kasus, kemudian Lampung 3.682 kasus, Jawa Timur 3.045 kasus dan Bali sebanyak 2.173 kasus.

Sedangkan, DBD telah merenggut nyawa sebanyak 254 orang di seluruh Indonesia.

Angka kematian tertinggi akibat DBD terjadi di NTT yakni 48 jiwa, kemudian di Jawa Barat sebanyak 30 jiwa, disusul Jawa Timur 24 jiwa, Jawa Tengah dan Lampung masing-masing 16 jiwa.

Sejak Januari hingga 4 April 2020, tercatat total kasus DBD di seluruh Indonesia mencapai 39.876 kasus.