Tidak Terima Tindakan dari Korsel, Korut Berikan Ancaman ‘Putuskan Hubungan’

Tidak Terima Tindakan dari Korsel, Korut Berikan Ancaman 'Putuskan Hubungan'

Korut Berikan Ancaman

Korut Berikan Ancaman – Pernyataan dapa Selasa yang lalu, Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya akan memutuskan saluran komunikasi dengan Korea Selatan. Tindakan tersebut merupakan langkah awal dari Korea Utara untuk memutuskan kontak dengan Korea Selatan secara total.

Baca juga : Prancis Larang Polisi Menggunakan Cekikan, Dalam Proses Penangkapan

Hal ini bermula sejak beberapa hari ini, Korea Utara yang marah serta memberikan ancaman untuk menutup semua kantor penghubungan kedua negara beserta dengan proyek lainnya jika Korea Selatan tidak menghentikan mengiriman selebaran pada “para pembangkang Korea Selatan”di Utara.

Sejumlah pejabat tinggi Korea Utara, termasuk Kong Yo Jong–saudari Kim Jong Un, dan wakil ketua Komite Sentral Partai Buruh Korea, Kim Yong Chol, mengatakan bahwa “sikap terhadap Korea Selatan mesti diubah layaknya sikap terhadap musuh,” sebagaimana dikutip dari KCNA.

Baca juga : Aksi Protes “Black Lives Matter” Juga Muncul di Hong Kong

Sebagai langkah awal, mulai idn poker tengah hari ini, Korea Utara akan menutup jalur komunikasi di kantor penghubung antarnegara serta saluran komunikasi antara kantor militer dan kepresidenan kedua negara.

Kelonggaran Sanksi Internasional

Pengumuman resmi itu menandai kemunduran pada relasi keduanya di tengah upaya untuk meyakinkan Korea Utara agar menghentikan program nuklir dengan “imbalan” pelonggaran sanksi internasional.

Baca juga : Bangsa Ini Harus Ada Rohnya, Jusuf Kalla Minta Masjid Dibuka Paling Pertama Daripada Mal dan Pasar

Secara teknis, kedua Korea masih berada dalam kondisi perang karena Perang Korea, 1950-1953, berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Dalam laporannya, KCNA menulis bahwa rakyat Korea Utara “merasa jengkel dengan perilaku pemerintah Korea Selatan yang berbahaya dan licik. Dengan pihak mereka kami masih punya banyak hal untuk diselesaikan.”

KCNA juga menuduh pemerintah Korea Selatan secara tak bertanggung jawab telah membuat “para pembangkang” merusak martabat kepemimpinan agung Korea Utara.

Baca juga : Tekanan Darah yang Tinggi Memperburuk Kondisi Pasien COVID-19

“Kami telah mencapai keputusan bahwa tidak perlu lagi untuk duduk bersama dengan pemerintah Korea Selatan. Tidak ada pula isu yang bisa dibahas dengan mereka, karena mereka hanya akan menimbulkan kecemasan saja,” tulis KCNA.

Menanggapi hal itu, Daniel Wertz, manajer program organisasi non-pemerintah Komite Nasional Korea Utara (NCNK) yang berbasis di AS. Bahwa Korea Utara memunculkan nuansa mempertinggi risiko ketegangan antara kedua negara.

Baca juga : Cegah Kejadian yang Sama, Minneapolis Larang Polisi Cekik Tahanan

“Saluran komunikasi yang lancar paling dibutuhkan dalam masa krisis. Karena itulah Korea Utara memutusnya untuk menciptakan nuansa risiko yang lebih tinggi. Bagi Korea Utara, hal itu sudah biasa dilakukan, namun juga bisa berbahaya,” kata Wertz dalam cuitan di Twitter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *